Relevansi Aswaja di era kekinian
Tentang ASWAJA
_____________________________________
ASWAJA singkatan dari Ahlunsunnah wal jamaah dengan Lika liku sejarah yang begitu perfectnya saya katakan.
Satu hal yang paling sering di tanyakan, mengapa Aswaja dibentuk? Karena adanya perbedaan aliran antara kaum terlebih dahulu dan mengalami perpecahan disitulah Aswaja di bentuk.
Dalam kutipan ketua umum PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj M.A yang di sampaikan pada bukunya yang berjudul aswaja pendoman untuk pelajar guru dan warga NU, ketua umum pp pergunu juga menulis dalam kutipannya menyampaikan "bahwa mengentaskan fakir ilmu dari kalangan nahdliyin tugas utama dari seorang guru".
Pentingnya seorang santri salafiyah mempelajari lebih dalam tentang Aswaja. Mengapa sangat begitu pentingnya? Karena santri yang menggunakan hukum dari imam Syafi'i yang sebagai ciri khas seorang nahdliyin yaitu untuk ujung tombak dalam rangka menjaga, memelihara, dan membumikan eksistensi ajaran Ahlunsunnah wal jama'ah di zaman yang modern ini.
Pada sisi lain banyak sekali pihak yang menilai Amaliah penganut Aswaja. Ter khususnya di kalangan warga nadhlatul ulama, di salah pahami dengan tuduhan dan serangan yang tidak di dasari oleh hukum hukum nadhlatul ulama.
Hadratus Syaikh kh Hasyim Asy'ari menyampaikan "siapa yang mau mengurusi nu, saya anggap ia santri ku". Maka dengan disimpulkan perkataan hadratus Syaikh kh Hasyim Asy'ari bahwa seorang warga NU harus bisa menjaga dan merawat ke harmonisan antara warga nadhlatul ulama lainnya.

Komentar
Posting Komentar