Khidmah Guru
Sabtu || 14 Januari 2023
Salah satu hal yang hingga kini dilakukan
oleh dikalangan santri. Baik santri itu dalam keadaan gembira ataupun sedih mereka harus melakukan nya. Karena apa? Hakikat santri itu tidak hanya mengaji, berkhidmah pun harus mereka lakukan paparan Gus badar Hasbullah.
Mengutip yang di sampaikan Gus Kautsar "Khidmah kita kepada masyayikh (ulama) adalah sebuah alat untuk kita memiliki kedekatan kepada Allah SWT sekaligus menolong kepada kaum muslimin."
Bicara dari kutipan Gus Kautsar tersebut, pentingnya dalam berkhidmah kepada ulama di berbagai kalangan bukan hanya kalangan santri saja yang berkhidmah tapi yg berstatus penjabat atau masyarakat biasa pun juga bisa berkhidmah.
Lalu, bagaimana orang biasa atau orang yg berstatus pejabat berkhidmah? Saya ambil dari buku kisah Ibrahim Al khawwash beliau salah satu ulama sufi. Percakapan antara Ad-Dinawari dan al-Khawwash, Ad-Dinawari yang tak percaya dengan keadaan al-Khawwash itu kemudian bertanya, “Mengapa kamu bisa seperti itu?” “Ini karena khidmah (membantu) orang-orang fakir,” jawab al-Khawwash. Mengapa demikian? Karena para pejabat hanya menghambur uang" mereka dengan cara ber foya foya. Dari pada mubazir toh mending mereka sodaqohkan ke orang" faqir kan.
Lebih dari itu, mengingat masyarakat yang kurang mampu, yang hanya tinggal di pemukiman sederhana jauh dari kata mewah. Sadarlah pejabat banyak orang disitu yang tidak bisa merasakan tempat yang layak untuk mereka tempatkan, Jangankan tempat untuk makan pun dia susah.
Kembali ke Khidmah, Di dalam Berkhidmah ada dua macam caranya. Pertama berkhidmah bin nafs (dengan fisik atau tenaga). Ini yang sering dilakukan santri di pondok pesantren. Biasanya santri ikut di ndalem (kediaman) kiai untuk membantu-bantu pekerjaan rumah tangga kiai.
Berkhidmah yang kedua bil mal (dengan harta). Seperti yang saya sampaikan sebelumnya untuk para pejabat.
Selain itu ada pula yang berkhidmat dengan tabarukan (mencari berkah). "Tabarukan dengan tempat majelis para ulama. Kholid bin Walid dulu tabarukan dengan menyimpan rambut nabi," pungkas Gus Qoyyum.
Satu kata terakhir, percayalah khidmah kepada guru akan menimbulkan Kebagusan untuk diri kita sendiri.
#dailysantri
Komentar
Posting Komentar